Berubah ituu…..

Kita sering menuntut seseorang untuk berubah, berubah untuk menjadi seseorang yang kita ingini atau kita pandang lebih baik. Mudah untuk meminta seseorang untuk berubah, namun sulit untuk menjadi seseorang-yang-diminta untuk berubah. it takes more than just a commitment to change!

[Coba bisa kayak power ranger atau ksatria baja hitam. Tinggal teriak 'Hep. hep. BERUBAH!' langsung dia berubah jadi bentuk yang lain. haha..]

Sebetulnya ini sudah menjadi buah pemikiranku sejak lama.

Dimulai secara tidak disengaja, aku memperhatikan salah satu tenaga pengajar di dalam kampusku, sebut saja dosen ‘S’ mulai dari tahun kedua aku kuliah hingga saat ini. Kenapa aku bisa memperhatikan dosen ini? Aku sendiri pun tidak mengerti. Tapi dengan memperhatikan dosen ini aku belajar sesuatu tentang apa itu ‘berubah’. Saat ini dia menjadi salah satu dosen favorit saya!

Aku pertama kali diajar oleh dosen ini saat mata kuliah K. Saat itu kakak-kakak kelas yang ada memberitahuku bahwa dosen ini mengajar dengan tidak jelaslah, tidak runut, tidak dapat dimengerti, bla.. bla.. bla.. pokoknya gak akan ngerti klo diajar oleh dosen ini! Kuakui, memang pada saat pertama kali diajar oleh dosen ini, aku mengalami kesulitan dalam mengerti perkataannya, DAN pemikiran-pemikiran yang berasal dari kakak kelasku itu masuklah ke dalam otakku.

Anehnya, hampir tiap mata kuliah di tahun-tahun berikutnya aku diajar oleh dosen S ini. Entah berasal dari mana dan dari siapa, ternyata teman-teman sekelasku tahu bahwa dosen ini tidak nyaman untuk mengajar. Jadilah dengan pemikiran ini kami semua malas untuk mengikuti perkuliaan yang diajar oleh dosen ini. [hehe]

Di sini ini kita semua menuntut agar dosen ini mau berubah, tentunya dengan cara mengajar yang lebih baik. tentunya dengan pembicaraan di belakang, tidak didepan dosen tersebut.

Waktu terus berjalan, banyak hal berubah namun pemikiran kita tentang dosen ini tampak tak berubah. Sampai suatu saat, aku mendapat kuliah dengan dosen ini sebagai pengajarnya.Aku dan teman-temanku dengan malas-malasan mengkuti perkuliahan ini.

Detik serasa menit, menit serasa jam dan jam serasa hari. [lebayyy]. Malas. Malas. Malas. Tapi kupaksa diriku untuk mendengarkan dan mencatat.

tiba-tiba…

hey! ada yang berbeda dengan dosen ini. Materi yang dia ajarkan tidak loncat-loncat seperti yang dahulu kudengar. Beliau mencoba menjelaskan – walaupun tidak sebagus dosen-dosen senior lain -  dengan perlahan-lahan dan sejelas mungkin. Aku bru ngeh juga bahwa beliau selalu datang 15 menit sebelum kuliah dimulai!

[dulu beliau biasanya datang telat, bahkan pernah lupa bahwa di hari itu ada kuliah. Maaaan. Dosen lupa klo ada kuliah! kita dibiarin nunggu 2 jam tanpa kepastian! Tapi sekarang hal itu tidak terjadi lagi! Hebat!] 

Beliau telah banyak berubah, tapi aku masih dalam pola pikir yang lama, bahwa beliau tidak nyaman untuk mengajar.

Kita seringkali menuntut seseorang untuk berubah, tapi ketika perubahan itu terjadi,  kita tidak mau menerima perubahan itu!

Di sini aku belajar, bahwa perubahan itu mencakup dua aspek tidak hanya orang-yang-diminta-untuk-berubah, tapi orang-yang-menuntut juga untuk merubah; merubah pemikirannya.

Saya kagum sama Bapak. Dari hati yang terdalam saya salut dengan perubahan Bapak. Maaf ketika selama ini saya masih dalam pola pikir yang lama.

Terlepas banyaknya dosen yang ada, Bapak adalah salah satu dosen yang saya kagumi, Dr. S. W. Saya salut dengan Bapak!

Advertisement
  1. I know who he is though :)

  2. wow
    dika mahasiswa perhatian piosan dah
    salut juga lah buat dika

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.