tak suka

Aku tidak suka dengan kalimat ini.
Entah siapapun yang mengucapkan.

‘pulang gih..’

Sangat. Sangat. sangat. tidak suka.

Protected: Inside voice

This post is password protected. To view it please enter your password below:


worth fighting for

Love is not a place
To come and go as we please
It’s a house we enter in
Then commit to never leave

So lock the door behind you
Throw away the key
We’ll work it out together
Let it bring us to our knees

Love is a shelter in a raging storm
Love is peace in the middle of a war
And if we try to leave, may God send angels to guard the door
No, love is not a fight but it’s something worth fighting for

To some, love is a word
That they can fall into
But when they’re falling out
Keeping that word is hard to do

Love will come to save us
If we’ll only call
He will ask nothing from us
But demand we give our all

I will fight for you
Would you fight for me?
It’s worth fighting for

Warren Barfield
Love Is Not A Fight lyrics

karena mengasihi itu sebuah keputusan dan tindakan. bukan sebuah kondisi.

 

….

……………….

 

Berubah ituu…..

Kita sering menuntut seseorang untuk berubah, berubah untuk menjadi seseorang yang kita ingini atau kita pandang lebih baik. Mudah untuk meminta seseorang untuk berubah, namun sulit untuk menjadi seseorang-yang-diminta untuk berubah. it takes more than just a commitment to change!

[Coba bisa kayak power ranger atau ksatria baja hitam. Tinggal teriak 'Hep. hep. BERUBAH!' langsung dia berubah jadi bentuk yang lain. haha..]

Sebetulnya ini sudah menjadi buah pemikiranku sejak lama.

Dimulai secara tidak disengaja, aku memperhatikan salah satu tenaga pengajar di dalam kampusku, sebut saja dosen ‘S’ mulai dari tahun kedua aku kuliah hingga saat ini. Kenapa aku bisa memperhatikan dosen ini? Aku sendiri pun tidak mengerti. Tapi dengan memperhatikan dosen ini aku belajar sesuatu tentang apa itu ‘berubah’. Saat ini dia menjadi salah satu dosen favorit saya!

Aku pertama kali diajar oleh dosen ini saat mata kuliah K. Saat itu kakak-kakak kelas yang ada memberitahuku bahwa dosen ini mengajar dengan tidak jelaslah, tidak runut, tidak dapat dimengerti, bla.. bla.. bla.. pokoknya gak akan ngerti klo diajar oleh dosen ini! Kuakui, memang pada saat pertama kali diajar oleh dosen ini, aku mengalami kesulitan dalam mengerti perkataannya, DAN pemikiran-pemikiran yang berasal dari kakak kelasku itu masuklah ke dalam otakku.

Anehnya, hampir tiap mata kuliah di tahun-tahun berikutnya aku diajar oleh dosen S ini. Entah berasal dari mana dan dari siapa, ternyata teman-teman sekelasku tahu bahwa dosen ini tidak nyaman untuk mengajar. Jadilah dengan pemikiran ini kami semua malas untuk mengikuti perkuliaan yang diajar oleh dosen ini. [hehe]

Di sini ini kita semua menuntut agar dosen ini mau berubah, tentunya dengan cara mengajar yang lebih baik. tentunya dengan pembicaraan di belakang, tidak didepan dosen tersebut.

Waktu terus berjalan, banyak hal berubah namun pemikiran kita tentang dosen ini tampak tak berubah. Sampai suatu saat, aku mendapat kuliah dengan dosen ini sebagai pengajarnya.Aku dan teman-temanku dengan malas-malasan mengkuti perkuliahan ini.

Detik serasa menit, menit serasa jam dan jam serasa hari. [lebayyy]. Malas. Malas. Malas. Tapi kupaksa diriku untuk mendengarkan dan mencatat.

tiba-tiba…

hey! ada yang berbeda dengan dosen ini. Materi yang dia ajarkan tidak loncat-loncat seperti yang dahulu kudengar. Beliau mencoba menjelaskan – walaupun tidak sebagus dosen-dosen senior lain -  dengan perlahan-lahan dan sejelas mungkin. Aku bru ngeh juga bahwa beliau selalu datang 15 menit sebelum kuliah dimulai!

[dulu beliau biasanya datang telat, bahkan pernah lupa bahwa di hari itu ada kuliah. Maaaan. Dosen lupa klo ada kuliah! kita dibiarin nunggu 2 jam tanpa kepastian! Tapi sekarang hal itu tidak terjadi lagi! Hebat!] 

Beliau telah banyak berubah, tapi aku masih dalam pola pikir yang lama, bahwa beliau tidak nyaman untuk mengajar.

Kita seringkali menuntut seseorang untuk berubah, tapi ketika perubahan itu terjadi,  kita tidak mau menerima perubahan itu!

Di sini aku belajar, bahwa perubahan itu mencakup dua aspek tidak hanya orang-yang-diminta-untuk-berubah, tapi orang-yang-menuntut juga untuk merubah; merubah pemikirannya.

Saya kagum sama Bapak. Dari hati yang terdalam saya salut dengan perubahan Bapak. Maaf ketika selama ini saya masih dalam pola pikir yang lama.

Terlepas banyaknya dosen yang ada, Bapak adalah salah satu dosen yang saya kagumi, Dr. S. W. Saya salut dengan Bapak!

Mulailah untuk berubah

Lupa ini dari mana. Yang jelas, dulu pernah dapet dan mengimelkannya pada seseorang..

Nice article, I guess.. :)

 

Di atas nisan seorang tokoh agama di sebuah pemakaman tua, Webminster
Abey, Inggris (1100 M) terukir sebuah sajak:

“Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin
mengubah dunia. Seiring bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati
bahwa dunia tak kunjung berubah. Maka cita-cita itu pun kupersempit.
Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku. Namun nampaknya, hasrat
itu pun tiada hasilnya.

Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa
kuputuskan untuk mengubah keluargaku. tapi celakanya mereka pun tak
mau diubah.

Dan kini, sementara aku terbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba
kusadari… ‘Andaikan yang pertama kuubah adalah diriku sendiri, maka
dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah
keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku
pun mampu memperbaiki negeriku. Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa
mengubah dunia!’

 

menunggu

kesibukan (baca : ujian) minggu ini akhirnya selesai juga.. pyuh..
Sudah lama tidak keluar ujian pada saat malam hari. haha.. Lucu juga suasananya.. Tapi ujian sore seperti ini jadi tidak menjemput ‘seseorang’ disana.. :(

Hmm.. entah kenapa, hari ini, berharap bahwa selese ujian bisa melihat ‘orang’ itu.. berharap bahwa ‘orang’ itu menjawab ‘ya, aku tunggu sampe kamu beres ujian’.. hehe.. atau tiba-tiba ada di depan ruang ujian (yang ini menghayal mode on). Setidaknya bisa bertemu sebelum memulai hari besok, pergi ke luar kota, mengadu nasib dengan dokter- dokter dan apoteker-apoteker mengenai pulmonary dan ketercanduan barang..

tapi itu kan cuma harapan, terdapat deviasi antara harapan dan kenyataan..
hmmm.. Mll aybe next time I’see you right after my stressed time..

quote hari ini!
“butuh kasih untuk mengerti.. bukan hanya persepsi…”

here is my heart

Hanya sedang galau.
Ingin sekali berucap. Tapi tak tahu harus kemana.
‘Sibuk. Sibuk. Tak ada waktu’ Semuanya tampak seperti itu.

Bolehkah aku mengeluh? Sekali ini saja.

— —— —— —— —— —— —— —— —— —— —— —— —— —

Read more

enheartment

Bagaimana mungkin kamu dapat menjaga hati orang lain jika hatimu sendiri tidak dapat kamu jaga? (ABM)

It’s a simply quotes.

ketika aku masih belum bisa menjaga hati sendiri.. Mengapa aku berkeinginan menjaga hati orang lain?

Terima kasih

Hanya ingin bersyukur.. :)

Sebuah kata yang terlupakan.

Terimakasih Tuhan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.